![]() |
| Pakar Psikologi Politik dari Universitas Indonesia Dewi Haroen |
"Jokowi yang sudah merakyat jadi Presiden, tetapi harga-harga barang justru naik. Ini bukan merugikan pak Jokowi, kita semua rugi karena akhirnya nanti masyarakat akan menantikan pemimpin yang kuat," kata Dewi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2015).
Menurut dia, rakyat tidak lagi akan peduli dengan sosok pencitraan, tetapi figur yang mampu membawa kesejahteraan, dan mengendalikan perekonomian dengan baik.
"Yang tidak perduli dipilih rakyat atau tidak tapi bisa mensejahterakan rakyat dan bisa membuat harga murah," ujarnya.
Seperti diketahui, enam bulan pasca Jokowi dilantik menjadi Presiden, perekonomian Indonesia melemah. Beberapa contoh diantaranya, melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus Rp 13.000 per dolar Amerika. Kemudian naik turunnya harga bahan bakar minyak (BBM), yang membuat harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi dan tidak stabil.
sumber : inilah.com

0 komentar :
Posting Komentar