INILAHCOM, Jakarta - Analis melihat peluang trading pada saham-saham lapis dua dan tiga. Akan tetapi, pemodal diingatkan bahwa transaksi pada saham-saham tersebut bersifat spekulatif.
Kepada INILAHCOM, pengamat pasar modal Willy Sanjaya mengatakan hal itu.
Pada perdagangan Senin (24/11/2014) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 29,719 (0,58%) ke angka 5.141,764. Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.157,084 dan terendah 5.124,809. Berikut ini wawancara lengkapnya:
Mengawali pekan, IHSG melanjutkan kenaikan ke 5.141. Apa yang terjadi?
Saya kira, penguatan IHSG sesaat setelah koreksi tajam Kamis (20/11/2014). Kenaikan ini juga terbantu oleh kenaikan harga komoditas. Akibatnya, saham-saham lapis dua juga banyak yang bergerak. Saham-saham properti juga alami kenaikan. Intinya, penguatan IHSG merupakan perbaikan sesaat setelah koreksi tajam sebelumnya.
Lantas, bagaimana Anda melihat arah IHSG hingga akhir pekan ini?
Dalam sepekan ke depan, arah IHSG kemungkinan tidak akan lari jauh dari kisaran 5.100. Meski begitu, ada peluang bagi IHSG untuk memecahkan level psikologis 5.200-nya. Di sisi lain, support IHSG berada di 5.050 dengan peluang penguatan lebih besar.
Sebab, pasar melihat dampak inflasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bersifat sementara sehingga pasar melihatnya cukup aman.
Bagaimana dengan saham-saham di sektor properti?
Penguatan pada saham-saham properti di tengah kenaikan BI rate, terdongkrak oleh wacana kepemilikan investor asing atas apartemen. Akibatnya, saham-saham properti jadi kembali menarik. Pasar yakin pada era pemerintahan Jokowi, kepemilikan properti untuk asing akan dibuka untuk ukuran lebarnya atau size-nya yang kecil.
Sejauh ini, asing menggunakan nama orang Indonesia sehingga banyak yang kena tipu dan lain sebagainya. Pasar yakin Jokowi akan mengubah sistem tersebut. Atas alasan itu, saham-saham properti menjadi menarik ke depannya.
Apa saran Anda untuk para pemodal di bursa saham?
Dalam situasi ini, time frame untuk trading menjadi agak sempit. Peluang trading terlihat pada saham-saham lapis dua dan lapis tiga. Saham PT Central Proteina Prima (CPRO.JK) menguat tajam hingga auto rejected. Begitu juga dengan saham PT Mitra International Resources (MIRA.JK). Dua saham tersebut tiba-tiba mengalami penguatan dengan volume transaksi yang besar.
Jadi, kalau mau bermain yang lebih spekulatif, saham CPRO dan MIRA bisa dilirik. Hanya saja, kekuatannya harus dilihat lagi. Saham ini menguat dari Rp50 hingga ke auto rejected atas. Karena itu, dua saham ini layak dipantau, tapi saya belum rekomendasi beli.
Pasar juga harus melihat sejauh mana kekuatan fundamental saham-saham di sektor perbankan.
Saham-saham pilihan Anda sepekan ke depan?
Saham-saham pilihan sepekan ke depan adalah PT Alam Sutera Realty (ASRI.JK), PT Summarecon Agung (SMRA.JK) dan PT Agung Podomoro Land (APLN.JK) juga menarik.
Saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN.JK) juga menarik karena belum terlalu banyak naik. Saya juga masih menjagokan saham PT Adaro Energy (ADRO.JK) dan PT Waskita Karya (WSKT.JK). Saya rekomendasikan buy on weakness dengan pola trading pendek. [jin]
sumber : http://www.inilah.com/

0 komentar :
Posting Komentar