NAMA Xiong Shuihua, pengusaha sukses yang memiliki bisnis industri baja, dari daratan China mendadak jadi buah bibir. Betapa tidak, pengusaha ini kembali ke kampung halaman, tempat dia lahir dan tumbuh di Desa Xiongkeng, Kota Xinyu, di sebelah selatan China. Lalu dengan enaknya, dia membuldozerrumah-rumah kumuh yang menjadi hunian para tetangganya.
Tak satu pun tetangganya yang marah. Malah, sebaliknya 72 keluarga, pemilik rumah-rumah kumuh itu bersuka cita. Tentu saja, mereka bergembira. Soalnya, di atas rumah-rumah kumuh yang sudah menjadi puing itu, bakal berdiri apartemen-apartemen mewah dan mereka bisa tinggal di sana secara cuma-cuma.
Dilansir dari Daily Mail, pekan lalu, Xiong Shuihua, yang lahir pada 1960, dibesarkan di pemukiman padat penduduk di Desa Xiongkeng, Xinyu. Keluarganya sangat miskin. Xiong terpaksa harus bekerja keras sejak kecil agar tidak kelaparan. Dia harus meminjam uang untuk bersekolah dan hidup sehari-hari. Tak jarang ia juga hidup dari belas kasihan para tetangganya,yang senantiasa membantu ketiga keluarganya menghadapi kesulitan.
Beruntung, tetangga kiri kanannya sangat baik hati. Para tetangganya sering mengulurkan bantuan tanpa pamrih kepada keluarga Xiong. Mereka, terutama memberi pinjaman tanpa bunga saat ayah dan ibu Xiong sedang kesulitan keuangan. "Saya tidak bisa melupakan peristiwa itu. Mereka selalu memberikan support untuk kehidupan saya dan keluarga," ungkap Xiong.
Sepenggal pengalaman inilah yang membekas kuat di benak Xiong. Xiong pun bertekad bila dirinya nanti menjadi orang kaya, dia akan membayar seluruh utang masa lalunya. Dia memastikan orang-orang yang pernah membantu keluarganya dan dirinya semasa kecil akan mendapatkan kembali uang mereka yang dulu dipinjam berikut seluruh bunganya.
"Saya menunggu peristiwa itu terjadi," aku Xiong. "Saya selalu membayar utang-utang saya. Dan, saya pastikan akan membayar mereka yang membantu keluarga saya ketika saya masih muda," tambah dia.
Jangan heran, bila kemudian Xiong menempa dirinya sekeras mungkin untuk mengejar mimpinya. Kerja apa saja dia lakoni, sebelum akhirnya menemukan bisnis yang cocok untuk dia kelola. Adalah bisnis konstruksi dan industri baja, yang menghantarkan Xiong memperoleh sukses yang luar biasa.
Tak Lupa Asal
Meski sukses dan meraih pundi-pundi kekayaan yang tak kecil jumlahnya, Xiong masih hidup tak tenang. Dia selalu teringat tetangga-tetangganya yang masih hidup dalam kemiskinan. Para kaum manula yang dulu berperan dalam kesuksesannya tak lagi hidup nyaman. Banyak orang hanya tinggal di sebuah pondok kumuh tidak layak huni.
Pemandangan ini sangat menyesakkan. Dia pun diliputi kesedihan yang amat sangat. Di saat dirinya telah sukses membangun karier, tak seharusnya para tetangganya hidup miskin dan kelaparan. "Kini, saya memiliki uang banyak dan saya tahu apa yang harus saya lakukan. Saya tidak mau melupakan asal muasal saya," kata dia.
Xiong pun memutuskan kembali ke kampung halamannya dan membangun daerah kumuh itu menjadi perkampungan yang layak. Dia memutuskan bahwa, warga desa yang telah berjasa memperlakukan dan merawat keluarganya dengan baik, tidak pantas tinggal di rumah-rumah yang kumuh dan jalanan berlumpur. Mereka juga harus diangkat kesejahteraannya.
Hari ini, desa yang kurang terurus lengkap dengan jalan yang becek dan selokan kotor sudah tidak ada lagi. Di lokasi ini sekarang berdiri vila mewah dan apartemen lengkap dengan jalan beraspal dan playground.
Xiong menjanjikan para penghuninya yang berpendapatan rendah, terutama para lanjut usia (lansia) bisa mendapatkan makanan gratis tiga kali sehari dengan menu yang bergizi. Dan, di antara seluruh warga ada 18 keluarga yang dinilai Xiong paling berjasa, sehingga mendapat apartemen yang cukup besar untuk di tempatisenilai total 4 juta poundsterling atau sekitar Rp 76 miliar.
Lima tahun setelah apartemen itu berdiri, puluhan keluarga yang semula hidup telantar bisa hidup dengan nyaman. Para manula dan kaum miskin yang mendapat bantuan Xiong merasa sangat beruntung dan berterima kasih atas kebaikan Xiong.
Qiong Chu, lansia yang berusia 75 tahun dan menjadi tetangga Xiong mengaku terkejut dengan Xiong, karena masih ingat apa yang tetangganya lakukan. "Saya ingat orang tuanya. Mereka orang-orang yang berhati baik dan sangat peduli terhadap orang lain. Dan hebatnya, putranya mewarisi kebaikan hati mereka," ceritanya.
sumber : http://www.inilah.com/

0 komentar :
Posting Komentar